Diagnostik suara dan mikrofon berbasis browser. Uji isolasi channel stereo kiri dan kanan, sweep nada frekuensi, serta pantau meter level mikrofon secara real-time.
Verify channel separation and balance between left and right headphones or speakers.
Suara headset mati sebelah umumnya disebabkan oleh konektor jack 3.5mm yang kotor atau tidak terpasang rapat, kabel putus di dekat sambungan penahan, atau slider balance audio sistem operasi yang bergeser. Fitur isolasi channel kiri dan kanan APtester mempermudah verifikasi apakah kerusakan terletak pada driver fisik atau pengaturan audio software.
Suara mikrofon terlalu kecil atau tidak terdeteksi biasanya terjadi karena input gain audio sistem operasi terlalu rendah, izin mikrofon browser belum aktif, fitur noise cancellation terlalu agresif, atau switch mute fisik menyala. APtester menampilkan meteran volume dB secara real-time via Web Audio API tanpa menyimpan rekaman suara Anda.
Suara speaker kresek atau pecah saat uji frequency sweep menandakan membran driver sobek, kumparan voice coil bergesekan, atau clipping pada amplifier audio. Telinga manusia normal mendengar rentang 20Hz hingga 20.000Hz. APtester memancarkan gelombang sinus murni untuk menguji kejernihan akustik tanpa distorsi bass berlebih atau desis frekuensi tinggi yang menusuk.
Pemrosesan 100% Lokal di Memori Browser: APtester memproses sintesis nada dan sinyal mikrofon murni di Web Audio API lokal Anda. Tidak ada rekaman suara atau sampel audio yang disimpan atau dikirim ke server luar.
Batasan Diagnostik Browser: Pengujian mengevaluasi level sinyal digital Web Audio API standar. Browser web mengukur level desibel digital relatif, namun tidak dapat mengukur tekanan suara fisik akustik (SPL dBA) atau impedansi ohm hardware.
Sama sekali tidak. APtester bekerja 100% lokal di browser menggunakan Web Audio API (AnalyserNode). Data input audio hanya diproses sementara di memori perangkat untuk menghitung visualisasi volume dB dan langsung dibuang tanpa pernah direkam atau dikirim ke internet.
Kemampuan pendengaran alami manusia mengalami penurunan sensitivitas pada nada tinggi seiring bertambahnya usia, terutama di atas 14kHz–16kHz. Selain itu, driver earphone standar sering kali memiliki batas roll-off akustik fisik pada frekuensi ekstrem.
Perbedaan volume sebelah sering kali dipicu oleh kotoran yang menumpuk di jaring speaker (mesh), konektor 3.5mm yang aus, atau slider keseimbangan audio (L/R balance) pada pengaturan suara sistem operasi yang tidak sengaja bergeser dari posisi tengah.